MANFAAT HANDPHONE

Senin, 06 Mei 2013

Pasti kalian sudah tidak asing dengan kata handphone bukan? ya, handphone atau yang biasa kita kenal dengan hp memiliki begitu banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari kita, berikut akan dijelaskan dampak positif dan negatif dari handphone.
 
DAMPAK POSITIF

*mempermudah kita berkomunikasi.

*memperluas jaringan persahabatan, jaringan pertemanan, dan rekan kerja.

*menambah pengetahuan kita tentang perkembangan teknologi terbaru.

*mempermudah kita untuk menyelesaikan suatu perkerjaan.

*mempermudah kita untuk mencari informasi di dunia maya (internet).

DAMPAK NEGATIF  

*mengganggu konsentrasi pada anak 

*efek Radiasi 

*mempengaruhi pola prilaku atau sikap tumbuh kembang remaja 

*Pemborasan

*Sinyal yang lemot, membuat baterai HP jadi boros

internet yang bermanfaat

dewasa ini banyak orang-orang yang menyalah gunakan penggunaan internet dengan mengunduh atau mengupload gambar maupun vidio yang tidak pantas dilihat, padahal seharusnya internet tidaklah digunakan untuk seperti itu, internet seharusnya digunakan untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat, atau digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat dan positif. seperti membagi pengetahuan atau hobi yang kita senangi didunia maya, yang dapat menjadikan pembelajaran bagi orang-orang yang melihatnya. internetpun telah menyediakan berbagai macam fasilitas yang dapat kita manfaatkan untuk berbuat hal-hal yang positif, misalnya yang sedang marak saat ini yaitu twitter, jika kita pintar kita dapat memanfaatkan twitter sebagai tempat untuk berbagi hobi, misalnya berjualan, bukannya memanfaatkannya untuk menculik anak orang atau yang lainnya. oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai orang-orang yang cerdas memanfaatkan internet dengan cerdas pula

cerpen-HUJAN

KISAH SANG PENARI JALANAN

Jumat, 03 Mei 2013


            Aku Rianti Martadinata, seorang penari jalanan yang mencoba bertahan dalam kerasnya kehidupan. Aku seorang janda dengan satu anak. Aku bukan seorang jalanan, aku hanya seorang seniman yang berjuang bersama kawan-kawan.
            Hidupku Tak pernah lepas dari yang namanya halang dan rintangan. Setiap detik, setiap menit, bahkan setiap saatnya terasa berat bagiku. Tetapi melihat senyum anakku Adi, dan melihat semangatnya Rani, Roni, Doni, Toni teman seperjuanganku membuatku lebih kuat, membuatku lebih tegar. Setiap hari mereka bersamaku, berjuang bersama di pinggir jalan, merasakan terik matahari yang membakar kulit, lapar dan haus kami rasakan bersama. Saling bergandengan, saling merangkul jika salah satu dari kami ada yang mulai putus asa.
            Suatu hari, saat aku sedang berias di kamarku, aku merasakan sesak yang amat sangat di dadaku, serasa ada yang menggaruk tenggorokanku. Akupun terbatuk, kurasakan rasa anyir dalam mulutku, aku ingin memuntahkannya. Aku sudah tak tahan, ku tutup mulutku dengan tanganku. Dan betapa kagetnya saat ku lihat ada segumpal darah segar keluar dari mulutku. Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku?. Saat aku sedang menerka-nerka dalam hati, tiba-tiba kudengar suara anakku Adi memanggil namaku. Segera kuhapus darah yang ada ditangan dan mulutku. Hatiku berkecamuk saat itu, aku takut ada sesuatu yang terjadi padaku, dan aku takut jika apa yang terjadi pada diriku ini akan berdampak pada anak semata wayangku ini. Aku tak ingin membuatnya sedih, aku tak tega bila harus menambah beban anakku ini yang baru berusia 13 tahun. Sejenak aku melayang dalam duniaku sendiri.
     “ibu! Ibu kenapa?” tanya Adi padaku
     “ibu tidak apa-apa Adi, memangnya kenapa? Apa riasan ibu terlihat kacau?” jawabku mengelak
     “ah. Mana mungkin riasan ibu kacau. Riasan ibu adalah riasan terbaik didunia” kata Adi sambil memelukku.
     “ dasar kamu ini pintar merayu ibu. Sini ibu kasih lipstick biar tambah cantik”. Kataku seraya mencoba memberikan lipstick pada Adi. Adi-pun tertawa sambil ngomel padaku.
     “ibu ini akukan lelaki, mana ada lelaki cantik. Dasar ibu ini nakal! Sini biar Adi gelitiki ibu” seru Adi sambil menggelitiku.
            Sejenak fikiranku mengenai penyakitku sirna. Dalam hati aku bertekad untuk terus berjuang hidup, setidaknya untuk anakku, Adi. Aku tak ingin kehilangan kebahagiaan ini Tuhan, pintaku.
            Hari ini terasa beratbagiku. Sejak pagi pusing dikepalaku tak kunjung hilang, apalagi setelah batuk berdarahbarusan. Rasanya aku ingin istirahat saja dirumah. Tetapi, bila aku tidak pergi menari bersama kawan-kawan, nanti aku malah merepotkan mereka. Akhirnya, kupaksakan pergi bersama Adi dan kawan-kawan yang lain. Aku fikir sakit kepalaku ini akan hilang dengan sendirinya nanti. Ya, semoga akan hilang nanti.
            Terik matahari serasa ingin membakar kulitku yang berbalut kebaya merah. Panasnya aspal seakan ingin menguliti kaki telanjangku, ditambah dengan sakitnya kepalaku sedari tadi. Oh Tuhan, kuatkanlah aku, berikanku sehat ya Tuhan. pintaku dalam hati.
            Sudah berjam-jam aku, adi serta kawan-kawanku yaitu Rani, Rina, Doni, dan Toni mengamen di pinggir jalan. Aku, Rani, dan Rina sebagai penari, sedangkan Toni, Doni, serta ankku Adi sebagai pemain musiknya. Kami menarikan tarian Jawa, dengan hanya bermodalkan keahlian yang kami punya dibidang masing-masing.
            Aku mengacuhkan sakit kepalaku, aku terus menggerakkan tubuhku seraya terus tersenyum demi menghibur pengguna jalan dengan harapan kami mendapatkan sepeser uang dari mereka. Tetapi mungkin nasib kami kurang beruntung hari ini, sedari tadi belum sepeserpun kami dapatkan. Terpaksa dahaga dan lapar kami tahan karena tak punya uang untuk membeli sekedar air mineral.
            Hari semakin terik, teman-temanku sudah mulai letih dan lemas. Aku kasihan pada teman dan anakku, sejak pagi mereka belum menyuap nasi sedikitpun. Dengan tenaga yang kupaksakan aku terus menari, walau teman-teman serta anakku telah menyuruhku untuk beristirahat, namun aku tak ingin istirahat aku tak ingin menyerah, aku harus terus berjuang, demi mereka.
            Aku terus menari ditemani Adi yang sudah kularang untuk menemaniku. Katanya ia ingin membantuku, ia tidak ingin melihatku berjuang sendiri. Akhirnya, teman-temanku pun ikut berjuang kembali. Mereka terlihat bersemangat saat itu. Senyum mereka membuatku semakin bersemangat, hingga Tuhan menurunkan malaikatnya untuk membantu. Lelaki baik hati datang menghampiri kami, ia menawarkanku untuk menjadi penari dalam menyambut tamu pentingnya. Sejenak aku ragu, aku takut ditipu. Tetapi, setelah lelaki itu yang baru kuketahui bernama pak Badrian berhasil meyakinkanku. Akhirnya aku setuju, dan dari sinilah hidupku sedikit demi sedikit mulai berubah.
            Semenjak aku menari menyambut tamu pak Badrian, banyak tawaran menari membanjiriku. Ternyata tamu-tamu pak Badrian menyukai tarianku, sehingga mereka sering memanggilku untu menari bila ada tamu yang perlu disambut. Bayaran yang kuterima dari merekapun tak bisa kubilang sedikit, bagaimana tidak? Bayarang pertamaku saja mampu untuk membiayai sekolah Adi selam 1 tahun, serta mampu membiayai kebutuhanku serta teman-temanku selama 1 tahun. Betapa bahagianya aku saat ini. Sekarang aku dan dan kawan-kawanku tidak perlu berpanas-panasan lagi. Kini aku telah mampu membangun sebuah sangar tari untuk Rani, Rina, Doni, dan Toni, sekarang mereka telah melatih banyak anak untuk berseni dalam bidang tari maupun musik Jawa. Kini kehidupan kami serba kecukupan. Aku telah mengobatkan penyakitku dan dapat penyakitku. Kini tidak ada lagi penderitaan yang kami rasakan, hanya tinggal kebahagian dengan syukur yang terus berkumandang dalam hatiku.
            Tak terasa sudah 15 tahun aku tidak menari dijalanan lagi. Kini Adi telah tumbuh dewasa dan sudah sangat mapan. Sanggar tarikupun sudah membuka cabang dimana-mana. Ingin rasanya aku mengenang kisahku dulu. Kisah perjuanganku hingga sekarang. Kisah sang penari jalanan
-tamat-

KEMBALI (PUISI)

Minggu, 03 Februari 2013


Malam terkutuk itu telah tiba
Datang mengguncang damainya jiwa
Merusak dan merenggut separyh raga
Meruntuhkan angan yang terajut mesra
Aku terdiam berbalut duka
Berselimut derasnya air mata
Terpuruk kehilangan pegangan jiwa
Gagal berdamping menuju bahtera
Melupakan impian dengan kecewa
Luka pedih yang kurasa
Melihat engkau terbang jauh kesana
Meraih damai abadi setenang samudra
Meninggalkanku dalam dekapan luka

Aku termenung mengingatmu
Mengingat bahwa kau pernah ada disisiku bersamaku..
Kehilanganmu adalah mimpi burukku
Setelah sekian lama aku berdamping bersamamu
Tinggal selangkah
Ya tinggal selangkah lagi kita bersama selamanya
Tapi kini tinggalah mimpi
Kini kau pergi tinggalkanku
Kini aku kehilanganmu
Kehilangan semua tentangmu
Aku butuh kamu..
Aku butuh kamu..
Kembalilah..
Tinggalah disini bersamaku
Disisiku..
Selamanya..

Minggu, 27 Januari 2013



Tugu Muda

          Pernahkah kalian mendengar tentang tugu muda Semarang? Ya, kita semua tentu telah mendengar sejarah tentang tugu muda Semarang mulai dari saat kita duduk di bangku sekolah menegah pertama. Tentu kita telah di jelaskan bagaimana cerita tentang tugu muda pahlawan.
          Tugu muda Semarang terletak di tengah persimpangan jalan Pandanaran,jalan Mgr Sugiopranoto, jalan Imam Bonjol, jalan Pemuda dan jalan Dr. Sutomo. Bangunan tugu muda didirikan pada tanggal 10 November 1950.
          Tugu muda merupakan sebuah tugu yang berpenampang segi lima yang terdiri dari tiga bagian yaitu landasan, badan, dan kepala. Tugu muda terbuat dari batu yang dikelilingi oleh kolam dan taman untuk memperindah suasana. Kondisi tugu muda cukup terawat, kolam yang mengelilingi tampak bersih, taman yang mengelilingi juga terlihat rapi dan indah. Pemerintah Semarang memang memberikan perhatian lebih pada salah satu bukti sejarah ini.
Pada tanggal 28 Oktober 1945, gubernur Jawa Tengah, Mr. Wongsonegoro meletakkan batu pertama pada lokasi yang direncanakan semula yaitu didekat alun-alun namun karena pada bulan November 1945 meletus perang melawan sekutu dan Jepang, proyek ini menjadi terbengkalai. Kemudian tahun 1949, oleh badan koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), di prakarsai ide pembangunan tugu kembali, namun karena kesulitan dana, ide ini juga belum terlaksana. Tahun 1951, walikota Semarang Hadi Soebono Sosro Wedoyo, membentuk panitia tugu muda, dengan rencana pembangunan tidak lagi, tetapi pada lokasi saat ini. Desain tugu muda dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief dkerjakan oleh seniman Hendro. Batu yang digunakan didatangkan antara lain dari kaliurang dan paker. Tanggal 10 November 1951, diletakkan batu pertama oleh Gubernur Jateng Boediono dan pada tahun 1953, bertepatan dengan hari Kebangktan Nasional, tugu muda diresmikan oleh Soekarno, presiden Republik Indonesia pertama pada kala itu. Hingga sekarang banyak dilaukan perubahan terhadap arca di sekitar Tugu muda.
          Tugu muda didirikan untuk memperingati pertempuran lima hari di Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan melawan Jepang pada tanggal 15 hingga 20 Oktober 1945. Tugu muda juga sebagai bukti mereka kala itu dengan semangat beranimati mempertahankan kemerdekaan negara yang baru beberapa pekan di Proklamasi di Jakarta.
          Sat itu, 8 polisi istimewa yang menjaga tandon air di Wungkau diserang tentara Jepang. Para polisi ini ditangkap dilucuti dan disiksa di markas Kidobutai, di Jatingaleh. Peristiwa ini memicu keberanian pemuda-pemudi Semarang yang bahu membahu bersama tentara BKR melakukan serangan balasan hingga meletus pertempuran.
          Bangunan bersejarah yang unik dan masih kokoh inilah yang menjadi saksi bisu gugurnya pemuda dan pejuang Semarang putra terbaik bangsa pada kala itu. Keberanian pejuang Semarang dan kebengisan tentara Jepang kala itu, sebagian tergambar dalam dioroma yang diukir dibagian bawah tugu muda. Tugu muda sebagai pengingat terjadinya pertempuran lima hari di Semarang.
          Pertempuran lima hari di Semarang merupakan bentuk perlawanan rakyat Semarang melawan Jepang. Pertemuran ini adalah perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap jepang dapa masa transisi . pertempuran dimulai pada tanggal 15 Oktober 1945 dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 1945.
          Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tepatnya 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang. Sejak itu Indonesia berada dibawah kekuasaan Jepang.
          Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasoki. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia mengisinya dengan memploklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
          Berita kemerdekaan dari Jakarta akhirnya sampai di Semarang, seperti dikota-kota lain para prajurit dan juga pemuda berusaha untuk melucuti senjata Jepang yang bermarkas di Jatingaleh. Pada tanggal 13 oktober, suasana semakin mencekam, tentara Jepang semakin terdesak. Pada tanggal 14 Oktober, Mayor Kido menolak penyerahan senjata sama sekali. Para pemudapun marah dan mulai bergerak sendiri-sendiri. aula rumah sakit Purusara dijadikan markas perjuangan. Para pejuang rumah sakitpun tidak tinggal diam, mereka ikut bergerak aktif dalam menghadapi Jepang. Sementara itu para pemuda menggunakan taktik gerilya.
          Setelah pernyataan Mayor Kido, pada Minggu, 14 Oktober1945 pada pukul 06.30 WIB pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat didepan rumah sakit Purusara. Mereka merampas sedan milik Kmapeta dan merampas senjata mereka. Sore harinya, para pemuda aktif ikut mencari tentara Jepang dan kemudian dijebloskan kedalam penjara Bulu. Sekitar 18.00 WIB.pasukan jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga kota Semarang Resorvoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota polisi istimewa itu disksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Aore itu tersoar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam resovoir itu. Rakyatpun menjadi gelisah.
          Selepas Maghrib, ada telepon dari pimpinan Rumah sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, kepala laboratorium Purusara segera memeriksa resovoir Siranda karena berita Jepang menyebarkan racun itu. Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memeriksa resovir Siranda tersebut. tetapi saat perjalanan, mobil Dr. Kariadi dicegaiadit oleh tentara jepang dijalan pandaran. Bersama tentara pelajar yang menyopiri mobil yang ditumpanginya, dr. Kariadi ditembak secara keji. Ia sempat dibawa kerumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba dikamar bedah, keadaan dokter kariadi sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan lagi. Ia gugur dalam  usia 40 tahun satu bulan.
          Kejadian ini merupakan penyulut utama perang lima hari di Semarang. Sekitar pukul 03,00 WIB, 15 Oktober 1945, Mayor Kido beserta tentaranya menyerang ke pusat Smearang. Sementara itu, berita gugurnya dr. Kariadi yang dengan cepat menyebar, menyulut kemarahan warga semarang. Hari berikutnya, pertempuran meluas ke berbagai penjuru kota. Korban berjatuhan di mana-mana. Pada 17 oktober 1945, tentara Jepang meminta gencatan senjata, namun diam-diam mereka melakukan serangan ke berbagai kampung. Pada 19 Oktober 1945, pertempuran terus terjadi di berbagai penjuru kota Semarang. Pertempuran selama lima hari ini memakan korban 2000 orang Indonesia dan 850 orang Jepang.
          Dari kejadian inilah dibangun Tugu Muda di Semarang, sebagai sarana untuk mengenang para pahlawan kita, dan sebagai pengingat kita untuk selalu bersyukur bahwa kita generasi penerus tidak harus bersimbah darah terlebih dahulu untuk mengucapkan kata merdeka, oleh sebab itu, kita wajib menjaga, melestarikan, dan tetap menanamkan cinta tanah air Indonesia agar kita tidak dijajah lagi dikmudian hari.